Friday, December 27, 2019

Menulis Bebas

Apakah itu Menulis Bebas?
Bagi setiap orang, definisi menulis bebas mungkin berbeda makna antara satu penulis dengan penulis lainnya. Begitu juga dengan definisi saya. Menulis bebas bagi saya adalah bermakna bahwa suatu kegiatan menulis yang tidak memiliki suatu tuntutan atau suatu aturan dalam menulis. Menulis bebas membebaskan saya untuk mengeluarkan semua ide-ide yang ada dalam pikiran saya secara tiba-tiba. Menulis bebas tidak memerlukan pemikiran cerdas dan perhitungan yang matang untuk memulai menulis. Kegiatan ini tidak juga membutuhkan suatu keahlian khusus dalam tata cara menulis yang benar. Pendek kata, menulis bebas adalah menulis yang membebaskan penulisnya untuk mengatakan apa saja yang ada dalam pikirannya. Penulis menuliskan apa saja. Apa saja. Yah inilah kata kuncinya. Jadi tidak ada pengganggu atau pengikat yang membuat seseorang terbelenggu untuk menulis.
     Menulis bebas telah membuat kita mengeluarkan banyak pertanyaan. Bentuk pertanyaan ini mungkin saja berupa pertanyaan-pertanyaan yang mengkhawatirkan diri kita sendiri. Misalnya, pertama, apakah ada untungnya menulis bebas seperti yang saya definisikan dalam paragraf satu di atas? Tidakkah menulis bebas itu bagaikan menuliskan ide ide liar yang datang bergelimpangan dari pikiran kita yang belum teratur? Apakah menulis bebas ini tidak merusak tatanan berpikir kita? Apakah menulis bebas itu akan membuat orang yang membaca merasa gila? Apakah menulis bebas akan membuat pikiran kita tidak teratur? Apakah menulis bebas adalah suatu kegiatan yang sia-sia saja?
   sebenarnya kecemasan-kecemasan di atas bisa saja dijawab dari beberapa sudut pandangan alasan. Menulis bebas tidak hanya membuat seseorang akan menjadi jenius, bahkan menulis bebas bisa membuat orang menulis lebih kreatif lagi. Menulis bebas adalah dianalogkan atau diumpamakan sebagai sebuah penggalian idea yang cemerlang. Seperti halnya kita mengambil air bersih di sebuah sumur di belakang rumah kita. Pertama kali, untuk mendapatkan air yang bersih, kita tidak mungkin langsung mendapatkannya. Pertama kali kita menimba air sumur itu, maka yang kita dapatkan adalah air permukaan yang mungkin banyak dicemari dengan kertas-kertas, daun-daun kering, atau berkas-berkas kayu mati yang terapung dipermukaan air sumur itu. Tentu ini adalah air sumur yang tidak kita inginkan. Namun, untuk mendapatkan air bersih yang berada di bawah ini kotor ini, kita harus terlebih dahulu mengeluarkan air kotor dipermukaan sumur ini. Setelah air kotor itu kita timba, maka yang tinggal dan tersisa adalah air jernihnya.
    Menulis bebas mungkin tidak ada ubahnya dengan mengambil air kotor dipermukaan sumur itu sebelum kita bisa mengambil air yang jernihnya. Menulis bebas adalah bagaikan air kotor yang bergentayangan dalam pikiran kita ketika akan menulis. Pikiran-pikiran bebas ini selalu mengganggu pemikiran kita sewaktu kita akan menuliskan sebuah ide. Pikiran-pikiran permukaan ini akan selalu membuat kita terganggu untuk mengungkapkan pikiran-pikiran cemerlang. Pikiran-pikiran permukaan ini haruslah kita sisihkan atau kita habiskan sebelum kita mengeluarkan pikiran-pikiran jernih kita. Yaitu bagaikan air kotor sumur permukaan yang harus dihabiskan sebelum kita mengambil air jernihnya. Terkadang bahkan, dengan menuliskan ide-ide gila yang berada di atas permukaan otak kita, ini akan membantu kita berpikir kreatif tentang apa saja yang akan kita tulis berikutnya.
    Apakah menulis kretaif ini hanya membuat waktu saja?  Tidak. Menulis bebas bahkan membuat seorang penulis lebih kreatif. Menulis bebas bisa membuka cakrawala berpikir kita untuk berpikir lebih besar dan lebih dahsyat. Mengapa tidak? Dengan menulis bebas, apa yang ada dalam otak kita akan keluar dengan sendirinya dan langsung kita wujudkan dalam bentuk tulisan. Tidak ada yang salah dalam hal ini. Tidak ada pula yang bisa kita pertanggungjawabkan. Toh, menulis bebas ini adalah untuk kita sendiri. Untuk diri kita, agar tetap menjadi orang yang berpikir kreatif. Menulis bebas sangat bermanfaat untuk membantu penulis yang sering mengalami gangguan dalam menulis. Menulis bebas membantu penulis pemula untuk menciptakan kata-kata sebanyak yang ia inginkan. Menulis bebaspun membantu anda menuliskan idea anda sebanyak-banyak. Jangan pikirkan ide-ide yang anda muntahkan ke tulisan. Karena ide-ide yang tidak berguna tersebut justru akan menjadi batu loncatan utama untuk menggali i de yang bermanfaat. Belum tentu sesuatu yang kita tulis ini tidak bermanfaat oleh seseorang, karena pasti ada juga manfaatnya. Setidaknya menulis bebas akan membantu kita untuk melalang buana dengan pemikiran kita yang besar yang dihadiahkan oleh Allah Maha Pemberi dan Penyayang ini.
    Lalu, apa saja yang akan kita tulis dalam menulis bebas ini? Tulislah apa saja yang teringat dalam pikiran kita selama ini. Atau pemikiran liar dan gila yang ada saat kita sedang menulis. Tuliskan apa saja yang tertulis dan yang muncul mengambang saat kita menulis. Misalnya, apakah anda terpikirkan untuk mengerjakan tugas yang belum selesai semalam? Sedangkan anda sedang latihan menulis bebas sekarang? Yah. begini caranya. Tuliskanlah seperti ini. Saya mengingat bahwa semalam tugas rumah saya belum selesai dikerjakan. Padalah saya sekarang sedang melatih diri saya untuk menulis. Ah.. biarkan sajalah sementara waktu. Saya lebih baik menulis dahulu. Nanti kalau sudah siap latihan menulis ini, barulah saya mencoba untuk mengerjakan tugas saya yang semalam belum kelar.
  Nah coba perhatikan tulisan di atas. Bagus bukan. Ternyata saya sudah menuliskan banyak kata dalam blog sederhana ini. Saya menuliskan apa yang sedang saya pikirkan sewaktu menulis tulisan ini. Apakah ada pertanyaan? Misalnya, apakah tulisan anda ini berantakan idenya? Anda menuliskan ini, lalu ada ide lain yang terlintas dalam pikiran anda. Dan, anda langsung menuliskan ide dadakan tersebut pada tulisan itu? Yah. Yah. Yah. Benar juga pertanyaan seperti itu. Tetapi, janganlah begiut khawatir, karena ini adalah sebuah proses yang akan mengembalikan kita kepada pemikiran semula. Jika semua hal yang mengganggu pikiran kita sudah dituliskan, maka ide yang aslinya akan muncul kembali. Mengapa? Karena ide-ide yang mengapung dan menganggu saat kita menulis sesuatu akan hilang dengan sempurna kalau kita sudah menghabiskan dan menuliskannya.
    Bagaimana kalau muncul ide-ide pengganggu lainnya saat kita menuliskan sesuatu? Mmmh mudah saja. Terus tuliskan kembali apa saja ide-ide penganggu itu. Misalnya, dalam pikiran anda muncul begitu saja seperti ini. Waduh.... Mobil saya belum terparkir dengan baik di samping jalan sempit ini. Saya takut kalau-kalau nanti digeser oleh mobil lewat, atau setidaknya terdengar oleh ku nanti bunyi klason panjang dan keras dari sebuah truk besar yang terganggu berpapasan dengan mobil saya dipikir jalan. Yah.. terus saja tuliskan. Jangan ragu. Meskipun tulisan ini banyak mengisi ruang-ruang halaman blogger kamu. Ini hanyalah hal sepele saja.
     Menulis bebas telah banyak menolong banyak orang untuk berpikir kreatif dan menulis banyak kata. Berpikir kreatif artinya penulis bisa mencipatkan banyak kata tanpa ada gangguan yang berarti saat dia melatih dirinya untuk menulis. Boleh perhatikan tulisan saya ini. Cobalah anda hitung. Berapa paragrafkah saya sudah menyelesaikan tulisan ini? Lima paragraf bukan? Tidak terasa saya sudah bisa mengeluarkan ide saya dalam lima paragraf. Lalu, kalau anda bertanya dalam hati. Loh. Ini bukanlah tulisan pak. Karena yang namanya paragraf itu harus punya pokok pikiran, harus ada bagian kalimat-kalimat pengembang, lalu dipercantik dengan diksi-diksi kata yang pas. Dan, disambungkan oleh konjungsi yang pas agar tulis itu tanpak apik dan enak dibaca. Ya. Saya setuju dengan itu. Saya bahkan setuju bahwa dalam satu alinia, kita hanya membahas satu topik saja. Toh, kenapa dalam satu alinia ini saya menulis banyak ide? Nah. Jika begini pikiran saudara. Saya baru tahu sekarang. Bahwa saudara akan mengalami gangguan dalam menulis. Saudara tentu akan memikirkan banyak hal yang akan dituliskan untuk mendukung ide pokok yang akan anda tuliskan. Anda tentu memikirkan dengan ide atau kalimat pendukung anda. Apakah ide pendukung saya ini sudah bagus dan mengena? Apakah ide pendukung saya ini membantu dan memperkuat ide pokok saya?
     Bullshit. Omong kosong dengan semua di atas. Jangan pikirkan itu terlebih dahulu. Jangan pikirkan banyak pikiran itu. Semuanya omong kosong alias bullshit. Lho kok begitu? Tentu saja begitu. Tapi bukan begini ya? Pertama, jika anda berpikir terlalu sempit atau terlalu serius dengan satu ide, sudah dipastikan bahwa tulisan anda itu akan lambat berkembangnya. Anda hanya mencipatkan bebarapa kata saja. Anda hanya berkutat dalam lingkaran kecil saja. Anda berpikir dan berpikir tentang ide-ide pas yang akan anda tuliskan. Lalu, anda memikirkan juga, apakah tulisan ini akan dipercaya oleh pembaca saya? Lalu, anda memikirkan jika tulisan ini dianggap oleh pembaca sebagai "sampah". Dan, akhibatnya, anda berhenti menulis dulu. Mencari referensi sesuai dengan ide pokok anda. Lalu anda kembali membalik-balik buku sumber tersebut, mencari referensi yang tepat. Kemudian lagi kalau sudah bertemu, anda baca dan merefarasinya. Membuat catatan-catatan kecil. Dan seterusnya- dan seterusnya. Itulah yang anda lakukan selama ini. Dan, pertanyaan saya, mana kegiatan menulisnya? Mana tulisan yang keluar dari pikiran anda? Oh, nanti dulu, mungkin ini jawaban anda. Kan sedang saya baca. Nanti kalau sudah ada ide yang pas, baru saya tuliskan. Yah. Anda benar. Tetapi, kegiatan anda tidak menulis lagi, tetapi anda sedang membaca sekarang.
    Perhatikan saya ini. Semua yang terlintas dalam kepala dituliskan dan meluncur begitu saja dalam tulisan ini. detik demi detik, kata-kata bermunculan dengan hebatnya dalam tulisan ini. Semua bisa menciptakan banyak kata dalam beberapa menit saja.
   Inilah hakikat utama dalam menulis bebas. Menulis liar. Bolehlah dikatakan begitu menurut versi saya. Bagi pemikiran saya, lebih baik mengeluarkan banyak kata yang bullshit, omong kosong, nggak ada gunanya, asbun atau asal bunyi, Ini lebih baik dibandingkan dengan menulis terbata-bata, pelan dan terseok-seok karena anda sedang memikirkan ide cemerlang menurut saudara. Menulis sambil memikirkan yang lain, jika tidak dicarikan solusinya, akan mengganggu proses menulis saudara. Bukankah kita sudah mendiskusikannya di bacaan awal tadi, bahwa kita harus mengeluarkan atau menyampaikan apa saja yang ada dalam pikiran kita. Pikiran awal atau starter untuk memulai penulisan.
    Menulis bebas tidak mengenal tata bahasa, dan menulis belum menggunakan kaidah bahasa yang benar sesuai dengan tata bahasa yang baku. Menulis. Menulis. Dan menulis. Inilah yang hanya kita lakukan.
    Yah. Saya sekarang sudah letih menyampaikan ide-ide gila seperti di atas. Saya beristirahat terlebih dahulu. Nanti saya sambung lagi tulisan ini, dihalaman berikutnya. Bye. (Armanto)

Penggalian IDE

Sebenarnya apa saja yang akan ditulis? Apakh pokok pikirannya? Apakah topiknya? Apakah judulnya? Bagian apa saja yang akan ditulis? Kejadian apa yang akan ditulis? Apakah menulis tentang agama, politik, seni budaya, bahasa asa, etika, olah raga, wanita, rumah tangga, keamanan, permainan, cinta, perasaan, peralatan, teknologi, pertanian, atau perjudian, atau banyak lagi yang lain? Atau, menulis tentang surat, tentang cinta sejati, tentang hikayat, tentang pahlawan, tentang penulis itu sendiri, teman, orang tua, anak? Atau menulis tentang binatang, binatang piaraan, binatang buas, binatang yang hidup di air, atau yang hidup di darat, atau binatang yang hidup kedua-duanya? Atau apakah kita akan menulis tentang bagaimana melakukan sesuatu hal? Bagaimana cara membuat sebuah kue yang enak, roti bakar yang gurih, pisang sale manis seperti buatan Batusangkar, sala lauak yang enak dari Pariaman, atau banyak yang lain. Mungkin juga kita teringat dengan topik pariwisata di negeri kita. Danau Maninjau, Danau Diatas dan Danau Dibawah, Danau Talang, Bukit Lantiak, Bukit Tengkorak Tambun Tulang, Titian Akar, Lubuak Nyarai, Bukittinggi Tinggi, Gunung Marapi dan Gunung Singgalang, Harau Wisata, Air Tajun Padang Panjang, Pemandian Air Panas Solok, atau Pemandian Tirta Alami di Pariaman. Waw.. Terlalu banyak yang muncul dalam pikiran kita. Baru satu pertanyaan saja yang muncul, yaitu apa yang akan ditulis? Apalagi kalau kita membahas kata-kata atau ide-ide pendukungnnya. Namun demikian, semua ini ditujukan adalah untuk penggalian ide kita agar dalam melatih menulis, kita tidak terfokus kepada hal-hal lama yang mungkin harus kita perbaharui.
   Dari sini kita sudah paham sedikit bahwa penggalian ide bebas telah menciptakan penulisan yang bebas dan kreatif. Betapa bebasnya pikiran kita ini, menjalar ke satu gagasan dan menjalar lagi ke gagasan yang lainnya. Multi gagasan. Kita mendapatkan banyak pencerahan pada diri sendiri bahwa penggalian idea adalah suatu kegiatan berpikir penting. Penggalian ide itu dimulai dari pencarian ide bebas yang menerawang dan menyebar bebas dalam benak pikiran kita. Semua gagasan yang terbang tanpa arah itu harus kita tangkap dan kita tuliskan ia dalam bentuk tulisan. Sehingga ide-ide yang melayang tadi tidak lagi bisa melayang, karena mereka sudah kita tancapkan pada tulisan kita.
    Apakah masih banyak ide bebas yang melayang dalam pikiran kita? Banyak sekali. Apakah semua itu akan kita tuliskan dalam penggalian ide? Jika mau mengapa tidak? Tuliskan saja semua idea bebas itu. Penggalian ide seperti ini melatih diri kita agar kita tetap menulis. Akan tetapi, jika itu tidak memungkinkan, tidaklah perlu menuliskan semuanya. Cukup kita menggali ide berdasarkan ide pokok yang telah kita tentukan. Jika ide pokok kita membahas tentang olah raga berenang, maka penggalian ide kita fokuskan kepada berenang saja. Agar  kita bisa sedikit lebih fokus. Kita satu pikiran kita kepada hal-hal yang berhubungan dengan berenang. Baik tentang bagaimana cara berenang, bagaimana cara menjaga keselamatan selama di air, Bagaimana cara menggunakan kaki dan tangan kita selama berenang, dan bagaimana cara menggerakkan kepala. Ini akan lebih baik dalam hal penggalian ide tentang berenang.
   Ada pertanyaan? Tentu ada. Bagaimana kalau ada lagi ide lain yang muncul selain ide tentang berenang? Apa yang harus kita lakukan? Jawabannya adalah tuliskan saja dulu ide yang datang itu ke kertas kita. Tentu, anda akan bertanya lagi. Bukankah itu akan bercampur ide liar itu dengan ide berenang yang sudah kita bahas tadi. Ahh..tidak apa-apa. Jangan mempersulit diri. Tuliskan sajalah. Sekarang ini kita menulis dalam layar dokumen Microsoft Office. Tandai saja tulisan-tulisan bebas yang kita tulis tadi. Beri tanda merah ide-ide yang akan kita buang, atau garis bawahi saja mereka, atau bisa juga dengan menyamarkan mereka dengan warna abu-abu terang. Sehingga kita bisa membedakan antara ide-ide tentang berenang dan ide-ide liar yang muncul saat kita menulis. Terus, Apakah ide-ide liar itu ada gunanya kita tulis saat kita menulis ide yang lain. Tentu ada. Pertama, ide liar itu telah membantu kita untuk menambah jumlah kata yang kita tulis. Kedua, ide liar itu telah membantu kita menghabiskan sisa-sisa ide yang harus kita buang dalam pikiran kita. Ide-ide liar inilah yang membuat kita tetap terus menulis, tanpa berhenti, tanpa memikirkan apa yang akan kita tulis. Dan, setelah ide liar itu kita tulis, maka tersisalah ide tentang berenang tadi. Sehingga fokus kita sekarang hanya kepada berenang saja. Masuk akal bukan? Bahwa ide-ide sampah yang kita bersihkan dengan cara menuliskannya akan membantu kita untuk kembali ke ide-ide berenang. Jika ide-ide sampah itu telah habis, otomatis ide-ide utama kita akan muncul kembali.
     Memang banyak orang berpikir bahwa penulisan ide bebas itu menghabiskan banyak waktu. Misalnya, keluarnya ide-ide liar dan bebas di benak kita saat kita menulis ide pokok, akan menyita banyak waktu kita untuk menghilangkan ide-ide bebas itu. Kita harus mengeluarkan waktu lima menit sampai dua puluh menit untuk menghilangkan ide-ide sampah tadi. Ide-ide bebas ini telah menyita waktu penting kita. Ide-ide kreatif ini telah menghilangkan separuh waktu kita untuk menulis lebih giat lagi. Akan tetapi, sebaliknya menurut banyak pakar penulis bebas, justru dengan menuliskan ide-ide gila itulah membuat penulis nantinya akan lebih kreatif dalam penggalian ide untuk mendukung ide pokoknya. Menulis bebas tadi membuka cakrawala penulis untuk memasukkan banyak lagi ide-ide cemerlang yang memungkinkanna memperkaya pikiran, menajamkan pikiran, dan kritikan pedasnya terhadap sebuah ide yang muncul. Yang terpentig, menurut saya sekarang ini adalah pelatihan menulis bebas merupakan jembatan emas menghubungkan penulis menjadi penulis kreatif dan efektif. Coba sajalah menulis, menulis, dan menulis, Janganlah terlalu banyak dipikirkan. Setidaknya kita telah menjadi mesin pencipta kata. Hmm. (Armanto)