Pengertian Pendidikan Karakter
Pengertian pendidikan karakter bervariasi menurut pendapat beberapa orang, katakanlah mereka itu disebut para ahli. Misalnya, menurut T. Ramli bahwa pendidikan karakter adalah pendidikan yang mengedepankan esensi dan makna terhadap moral dan akhlak manusia sehingga hal tersebut akan mampu membentuk pribadi peserta didik yang baik. Kalau, Thomas Lickona berpendapat bahwa pendidikan karakter adalah suatu usaha yang disengaja untuk membantu seseorang sehingga ia dapat memahami, memperhatikan dan melakukan nilai-nilai etika diri. Hal yang senada juga disampaikan oleh John w. Santrock. Katanya pendidikan karakter adalah pendidikan untuk menanamkan nilai moral kepada murid mengenai pengetahuan moral. Ini hanya beberapa pendapat pakar ahli tentang pendidikan berkharakter. Namun, secara umum dapat dikatakan bahwa pendidikan karakter itu adalah pendidikan yang kita berikan kepada anak didik untuk memberdayakan mereka untuk membangun karakter dirinya sehingga menjadi individu yang bermoral, beretika, berkepribadian yang baik sesuai dengan norma-norma universal yang berlaku dan bermanfaat bagi dirinya dan lingkungannya.
Hal yang penting lagi adalah pendidikan karakter menurut Anis Baswedan, Gubernur DKI Jakarta, dalam Reuni Akbar Pesantren Islam AL-Irsyad, Sabtu (06/01/2018). Dia mengatakan bahwa seseorang dikatakan berkharakter apabila seseorang itu beriman, bertakwa, dan berakhlak. Menurut Anis Baswedan bahwa karakter itu nomor satu. Tetapi punya karakter saja belum cukup dalam menghadapi kompetisi-kompetisi yang belum tentu bisa dimenangkan. Karena itu, seseorang juga harus mampu berpikir kritis, mampu untuk kreatif, mampu berkomunikasi dengan baik, dan mampu berkerjasama. Dan Hal lain yang penting adalah menumbuhkan kemampuan entrepreneurship, kemampuan berwirausaha, bergerak di bidang perekonomian. Dengan demikian saya pikir bahwa pendidikan karakter itu tidak hanya mendidik anak memiliki karakter kepribadian, tetapi anak didik harus juga memiliki karakter kompetensi, karakter berwirausaha, karakter dalam berhubungan dengan orang lain serta karakter dalam berkomunikasi. Jelas, bahwa untuk memberdayakan anak didik yang baik pendidikan karakter sangat penting dalam mengisi jadi dirinya dalam bersikap dan bertindak di zaman milenial ini.
Tujuan Pendidikan Karakter
Pada dasarnya tujuan utama pendidikan karakter adalah untuk membangun kepribadian anak tangguh, yang berkepribdian akhlak mulia, bermoral, bertoleransi, dan bergotong-royong, yang ditunjang dengan kompetensi-kompetensi dalam dirinya untuk menghadapi zamannya.
Nilai-nilai pembentuk karakter itu diantaranya adalah:
- Kejujuran
- Sikap toleransi
- Disiplin
- Kerja keras
- Kreatif
- Kemandirian
- Sikap demokratis
- Rasa ingin tahu
- Semangat kebangsaan
- Cinta tanah air
- Menghargai prestasi
- Sikap bersahabat
- Cinta damai
- Gemar membaca
- Perduli terhadap lingkungan
- Perduli sosial
- Rasa tanggungjawab
- Religius
Kedelapan belas poin pembentuk karakter harus ditanamkan kepada diri anak didik secara bertahap dan berkesinambungan yang disesuaikan dengan perkembangan anak didik. Nilai karakter ini akan membentuk diri manusia yang kuat, kompetitif, reliji, dan mandiri.
Ulasan-ulasan:
1. Kejujuran:
Kejujuran bisa dikatakan ibu dari segala kebaikan. Tetapi, tidak ada bapak dari segala kebaikan. He.he. Karena itu, sekolah harus mengajarkan kejujuran dan cara mengamalkannya kepada peserta didik dalam segala bentuk dan sifat dan karakter kebaikan lainnya. Kejujuran harus dibangun dan ditanamkan agar mereka memiliki nilai-nilai akhlak mulia yang diterapkan dalam kehidupannya.
(bersambung)
.
No comments:
Post a Comment