Kata "disiplin" berasal dari bahasa Latin, yaitu Discere yang berarti belajar. Dari kata ini muncul kata baru yaitu disciplina yang diartikan pengajaran atau pelatihan. Namun secara umum, disiplin didefinisikan sebagai kepatuhan terhadap suatu peraturan atau tunduk pada pengawasan dan pengendalian.
Ada juga orang mengatakan bahwa disiplin itu adalah perasaan takut, taat, dan patuh terhadap nilai-nilai yang dipercaya yang menjadi tanggungjawabnya. Disiplin juga merupakan sikap yang (selalu) tepat janji, sehingga orang lain percaya kepadanya.
Jika definisi di atas dibawakan kepada disiplin siswa maka disiplin dapat dijelaskan sebagai sikap dan perasaan patuh, takut, dan taat terhadap peraturan pada sekolah dan pada diri sendiri terhadap nilai-nilai yang dipercaya yang menjadi tanggung jawabnya. Jelas definisi ini menyebutkan kepada kita bahwa disiplin siswa merupakan sikap siswa atas perasaan mereka kepada kepatuhan akan peraturan sekolah, kepatuhan kepada aturan yang dibuatnya sendiri untuk belajar; perasaan takut jika peraturan sekolah itu tidak dilaksanakan; perasaan bersalah jika aturan atau jadwal belajarnya tidak dikerjakan; dan perasaan dan sikap taat untuk menjalankan peraturan dan ketentuan sekolah.
Jika dilihat dari sikap dan perasaan siswa terhadap peraturan sekolah, jelas bahwa kedisiplinan siswa perlu dipertanyakan. Sekarang ini banyak siswa tidak merasa takut jika dia datang terlambat sampai di sekolah. Terlambat 15 menit bahkan sampai 30 menit adalah hal biasa bagi sebagian mereka. Perasaan cuek ini dan tidak merasa bersalah dengan keterlambatan ini memberikan beban besar bagi sekolah untuk mencari strategi perbaikan untuk siswa tersebut. Ada pula siswa yang melanggar aturan tata berpakaian di sekolah. Ada siswa yang tidak memakai baju yang tidak pakai logo dan asesoris pakaian yang ditentukan sekolah. Ada pula siswa perempuan yang berbadan besar memakai pakaian ketat. Yang lain menggunakan rok pendek dan menggunakan sepatu berwarna warni. Juga siswa pria yang mempersempit celananya. Hingga kelihatan ketat dan berotot. Ikat pinggang yang dipakai seperti ikat pinggang yang dipakai seorang artis dangdut yang sedang manggung, besar berhias pernak pernik di seluruh ikat pinggang itu. Kelakuan siswa seperti ini memperlihatkan bahwa disiplin siswa terhadap peraturan sekolah sangat rendah.
Ditambah lagi dengan ketidaktaatan sebagian siswa terhadap disiplin rambut. Beberapa siswa pria berambut gondrong dengan gaya seperti artis-artis Korea To Ming Tse. Rambut depannya panjang menutupi kening, kucir panjang lancip tipis. Rambut belakang tipis panjang dan dikucir. Waduh.. terkadang lucu melihat polah tingkah laku mereka. Contoh sederhana ini menunjukkan bahwa mereka tidak mentaati peraturan sekolah. Mereka tidak taat aturan, dan tidak takut kepada hukuman yang diberikan. Jelas disiplin siswa-siswa ini masih rendah.
Ciri-ciri siswa yang displin:
Secara kasat mata kita bisa melihat mana siswa yang memiliki disiplin tinggi. Diantaranya adalah selalu mentaati peraturan. Siswa yang berdisiplin menjalani peraturan yang ditetapkan oleh sekolahya. Dia harus datang ke sekolah tepat waktu. Dia harus berpakaian bersih dan rapi yang sesuai dengan ketentuan pakaian standar sekolah. Dia harus belajar dengan disiplin, mengerjakan tugas dan menyelesaikannya tepat waktu, mematuhi jadwal piket kelas, mengikuti kegiatan belajar dengan baik, menjaga suasana belajar agar tetap nyaman, membayar uang sekolah tepat waktu dan masuk ke ruangan kelas tepat waktu.
Di samping itu, siswa yang disiplin memiliki pola hidup yang terjadwal dan teratur. Dia menuliskan jadwal belajarnya dan menempelkan di dinding kamar belajarnya. Kapan dia harus belajar, dari jam berapa sampai jam berapa, kapan dia harus mengerjakan pekerjaan rumah, kapan ia harus membaca, jam berapa ia harus mulai belajar, jam berapa ia harus tidur dan jam berapa ia harus bangun esok pagi. Bahkan ada pula siswa yang mengatur hidupnya setiap hari. Apa yang akan ia kerjakan selepas sekolah? Jam berapa ia bermain dengan teman-temannya? Jam berapa ia menikmati hobinya? Jam berapa ia harus membantu pekerjaan orang tua? Jam berapa ia harus pergi ke pasar? Bahkan siswa yang berdisiplin tinggi tidak pernah meninggalkan waktu ibadahnya. Bagi siswa-siswi yang beragama Islam, mereka tidak akan telat dan tepat waktu menjalankan ibadah sholat Subuh, Zuhur, Asar, Magrib, dan Isya. Semua itu sudah tertulis dalam jadwal kegiatan hariannya. Adakah siswa seperti ini di sekolah? Tentu saja ada meskipun jumlahnya tidak seberapa.
Siswa yang disiplin mengetahui dengan tepat akan apa tugas, hak dan kewajibannya di sekolah. Ia menyadari bahwa tugas seorang siswa. Ia harus mengerjakan tugas yang diberikan sekolah. Ia harus mengerjakan piket, Ia harus ikut upacara bendera setiap hari Senin. Ia harus ikut kegiatan-kegiatan kesiswaan. Yang paling penting adalah ia harus mengikuti pelajaran dengan baik. Dia berhak mendapatkan semua ilmu yang dibutuhkannya. Dia berhak bertanya dan berhak pula berbicara atau mengeluarkan pendapat. Dia berhak mendapatkan perhatian dari sekolah mengenai pelajaran dan hak individuna. Dia berhak mendapatkan layanan dan konsul dari sekolah agar sekolahnya menjadi lancar dan terarah. Namun dia juga wajib membayar uang sekolah, iuran komite, dan administrasi lainnya. Siswa ini juga wajib mematuhi segala aturan-aturan yang ditetapkan sekolah. Dia wajib melaksanakan ketetntuan dan tatatertib sekolah yang berlaku. Dengan demikian, semua ini menunjukkan bahwa siswa disiplin itu memang harus tunduk, taat dan patuh kepada aturan sekolah. Semoga saja semua ini menjadi pemikiran kita bersama. Dan menjadi tanggung jawab sekolah untuk menciptakan pendisiplinan siswa.
No comments:
Post a Comment